Kenapa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok Harus Dilarang? Alasan 3 : Rokok Bertentangan dengan Program Pemerintah

Salah satu target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 adalah menurunkan prevalensi merokok penduduk usia di bawah 18 tahun, dari 7,2 pada 2013 menjadi 5,3 pada 2019.

 

Rokok Bertentangan dengan Program Pemerintah

 

Biaya kesehatan untuk penyakit akibat rokok membebani masyarakat. Pada 2015 saja, biaya pengobatan untuk penyakit akibat rokok berkisar Rp13,7 triliun (Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI, 2015).

Dampak penyakit akibat rokok membuat pembiayaan pengobatan oleh BPJS defisit. Penyakit terkait rokok ini memang terbilang mahal, contohnya stroke, jantung, kanker. BPJS Kesehatan sudah defisit 6 triliun. Program JKN ini sangat terbebani dan akan bangkrut jika tidak diiringi dengan usaha promotif dan preventif untuk menekan jumlah perokok” – Dr Abdillah Ahsan, MSe, Wakil Kepala Lembaga Demografis Universitas Indonesia (2016)

“Jangan sampai ada uang dipakai untuk beli rokok dan tidak dipakai untuk menambah gizi anaknya.” – Presiden Jokowi dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2017

Bagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan, Presiden Jokowi: “Jangan untuk beli rokok. Kalau ketahuan, dicabut.” (2017)

“Perlindungan anak dari bahaya rokok, khususnya pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok, merupakan salah satu indikator Kabupaten-Kota Layak Anak. Melalui penghargaan Kabupaten-Kota Layak Anak, tujuan akhirnya adalah mencapai Indonesia Layak Anak pada 2030.” – Lenny N Rosalin, Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak (2018)

Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) guna mewujudkan Indonesia sehat.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban.

 

Sumber:
TEMPO.CO
OKEZONE.COM
REPUBLIKA.CO.ID
– Website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
– Website Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *