No Tobacco Community Gelar Pertemuan dengan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kota Tangerang Selatan

Tangerang Selatan, 8 November 2017. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) No Tobacco Community menggelar pertemuan dengan jaringan pengendalian tembakau di Kota Tangerang Selatan.

Bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan Forum Kota Sehat Tangerang Selatan, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 17 organisasi / institusi yang mendukung pengendalian tembakau di Kota Tangerang Selatan.

Beberapa di antara yang hadir ialah BNN Tangerang Selatan, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mahasiswa Institut Teknologi Indonesia, seluruh Forum Kecamatan Sehat dan lain-lain. Selain itu beberapa satuan dinas juga hadir, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Ketenagakerjaan dan Satpol PP.

Dalam pertemuan tersebut, jejaring mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendukung implementasi Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara menyeluruh.

Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau.

Perda tersebut mengatur 7 (tujuh) kawasan sebagai KTR, yaitu Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat Proses Belajar Mengajar, Tempat Anak Bermain, Tempat Ibadah, Angkutan Umum, Tempat Kerja; dan Tempat Umum.

 

Pertemuan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kota Tangerang Selatan 01

 

Kepala Bidang Promosi Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel Iin Sofiawati menyatakan bahwa saat ini pemerintah siap untuk melakukan sosialisasi ke seluruh pihak terkait Kawasan Tanpa Rokok. “Dimulai dari kalangan pelajar SMP dan SMA di bulan November kemudian berlanjut ke seluruh tempat lainnya,” tegas Iin.

Teman-teman mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berasal dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menyatakan kesediaannya untuk membantu Pemerintah Kota dalam hal sosialisasi Perda KTR. “Kami siap membantu dan kami mohon kepada pemerintah kota untuk terus diikutsertakan dalam kegiatan pengendalian tembakau, khususnya yang terkait Kawasan Tanpa Rokok,” ujar Rifqi Ridho salah satu perwakilan mahasiswa.

Selain mendukung implementasi perda KTR, jejaring juga mendesak pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk segera mengeluarkan regulasi pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok. Terutama untuk melindungi generasi anak muda dan remaja dari paparan iklan rokok.

 

Pertemuan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kota Tangerang Selatan 02

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Pertemuan Aliansi Bupati/Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok dan Penyakit Tidak Menular di Yogyakarta bulan Juli 2017, menyatakan bahwa dari 515 Kabupaten/Kota di Indonesia telah ada 258 Kabupaten/Kota yang menetapkan kebijakan tentang KTR.

Beberapa Kabupaten/Kota juga telah melarang iklan rokok yang dapat mempengaruhi anak-anak untuk memulai merokok. Antara lain, di Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Klunkung, Kota Bogor, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Denpasar, serta Provinsi DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *