No Tobacco Community Gelar Pertemuan dengan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kabupaten Bogor

Cibinong, 26 Oktober 2017. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) No Tobacco Community menggelar pertemuan dengan jaringan pengendalian tembakau di Kabupaten Bogor.

Bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Forum Kabupaten Bogor Sehat, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 23 organisasi / institusi yang mendukung pengendalian tembakau di Kabupaten Bogor.

 

Pertemuan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kabupaten Bogor 01

 

Beberapa di antara yang hadir ialah Forum Anak Kabupaten Bogor (Fadkab), Pembaharu Muda, Aisyiyah Kabupaten Bogor, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Djuanda dan Institut Pertanian Bogor, dan lain-lain.

Dalam pertemuan tersebut, jejaring mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara menyeluruh.

Perwakilan dari Fadkab, Ferny Prayitno, secara tegas mendukung aturan ini guna menjamin hak-hak anak. “Teman-teman sangat sulit mendapatkan udara yang bersih dari asap rokok saat berangkat dan pulang sekolah menggunakan angkutan umum. Mohon ini menjadi perhatian pemerintah dan bapak-ibu sekalian,” ungkap Ferny,

Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau.

Perda tersebut mengatur 8 kawasan sebagai KTR, yaitu Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat Proses Belajar Mengajar, Tempat Anak Bermain, Tempat Ibadah, Angkutan Umum, Tempat Kerja, Tempat Umum dan Tempat Lain yang Ditetapkan.

 

Pertemuan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kabupaten Bogor 02

 

Selain mendukung implementasi perda KTR, jejaring juga mendesak pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mengeluarkan regulasi pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok.

Ketua LSM No Tobacco Community Bambang Priyono menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Bogor harus berani melarang iklan, promosi dan sponsor rokok. “Salah satu tujuan utama kita mendukung pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok adalah untuk melindungi anak dan remaja dari pengaruh buruk konsumsi rokok,” tegas Bambang.

Selain itu, Fadkab juga menyampaikan hasil survey yang tertuang dalam Suara Partisipasi Anak bahwa iklan rokok sangat berpengaruh terhadap anak. “Gara-gara iklan rokok, anak-anak jadi lebih tertarik untuk merokok,” tegas Ferny selaku perwakilan Fadkab.

 

Pertemuan Jaringan Pengendalian Tembakau di Kabupaten Bogor 03

 

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Pertemuan Aliansi Bupati/Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok dan Penyakit Tidak Menular di Yogyakarta bulan Juli 2017, dari 515 Kabupaten/Kota di Indonesia telah ada 258 Kabupaten/Kota yang menetapkan kebijakan tentang KTR.

Beberapa Kabupaten/Kota juga telah melarang iklan rokok yang dapat mempengaruhi anak-anak untuk memulai merokok. Antara lain, di Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Klunkung, Kota Bogor, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Denpasar, serta Provinsi DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *