Pengelola Ritel Tidak Keberatan Diberlakukannya Aturan Larangan Displai atau Pemajangan Rokok di Tempat-tempat Penjualan

Pemerintah Kota Bogor dan Kota Depok sangat serius dalam upaya pengendalian tembakau di daerahnya. Hal ini terbukti dengan telah diberlakukanya Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di dua kota tersebut. Kota Bogor telah memiliki Perda No 12 tahun 2009 dan Kota Depok telah memiliki Perda No 3 tahun 2014.

Pengelola Ritel Tidak Keberatan Diberlakukannya Aturan Larangan Displai atau Pemajangan Rokok di Tempat-tempat Penjualan
Pemerintah Kota Bogor dan Kota Depok sangat serius dalam upaya melindungi kesehatan warganya melalui pengendalian tembakau.

Kota Bogor telah tercatat sebagai kota yang pertama mengimplementasikan aturan larangan displai / pajangan rokok di tempat-tempat penjualan sejak Oktober tahun 2017. Setahun kemudian disusul oleh Pemerintah Kota Depok pada September 2018. Hal ini menunjukan keseriusan pemerintah kota tersebut dalam melindungi warganya dari bahaya konsumsi rokok, terutama dalam melindungi Perokok pemula yaitu anak-anak dan remaja.

Dua kota ini pun sudah tidak lagi menerima Iklan, Promosi dan Sponsor (IPS) Rokok. Hal ini bertujuan agar anak-anak dan remaja tidak terpapar dengan IPS Rokok yang akan mempengaruhi mereka menjadi perokok. Karena seperti telah diketahui bahwa dalam rokok terdapat zat-zat berbahaya dan bahkan mengakibatkan adiksi atau kecanduan bagi penggunanya.

Dari IPS rokok yang kita lihat sudah jelas bahwa Industri Rokok menargetkan anak-anak dan remaja menjadi targetnya. Iklan-iklanya pun sangat menarik bagi anak-anak dan remaja sehingga akan mendorong mereka untuk memulai merokok.

Sangat tepat bagi pemerintah kota Bogor dan Depok dalam mengambil langkah untuk mengimplementasikan larangan displai / pajangan produk rokok di tempat-tempat penjualan. Hal ini dilakukan untuk melindungi anak-anak dan remaja dari terpaparnya produk rokok, sehingga bisa menekan perokok pemula. Karena selain itu displai / pajangan produk rokok di tempat-tempat penjualan adalah merupakan salah satu bentuk iklan.

Aturan larangan displai / pajangan produk rokok di kota Bogor dan Depok mendapatkan dukungan dari para pengelola ritel, sehingga mereka tidak keberatan dalam melaksanakan aturan ini.

Hal ini diketahui dari hasil Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di masing-masing kota tersebut yang bekerjasama dengan No Tobacco Community. Hasilnya menunjukan Pengelola Ritel yang mendukung peraturan larangan displai / pajangan produk rokok di Kota Bogor sebanyak 96,3% dan di Kota Depok sebanyak 99,75%. Selain itu para pengelola pun mengatakan tidak ada pengaruh dalam penjualan rokok. Karena kebanyakan yang akan membeli rokok pasti menanyakan produk rokok yang akan dibeli. 

Pesan untuk Kota Bogor dan Kota Depok, agar tetap semangat dan konsisten dalam Implementasi Peraturan KTR untuk meningkatkan kualitas kesehatan warganya serta untuk melindungi warganya terutama perempuan, anak-anak dan remaja dari paparan bahaya asap rokok yang dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit serius.

Bambang Priyono, Ketua No Tobacco Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *