Pemkab Indramayu Sebar Stiker Kawasan Tanpa Rokok

Pemerintah Kabupaten indramayu sangat peduli terhadap kesehatan masyarakatnya, terutama dalam memberikan perlindungan dari bahaya rokok. Hal itu tercermin dalam penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 8 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

 

Pemkab Indramayu Sebar Stiker Kawasan Tanpa Rokok

 

Sudah banyak diketahui bahwa rokok sangat berbahaya karena mengandung ribuan bahan kimia yang merusak kesehatan, hingga menyebabkan kanker. Maka, Perda KTR ini merupakan langkah untuk melindungi masyarakat, khususnya dari paparan asap rokok orang lain.

Perda KTR ini bukan berarti melarang orang untuk merokok, akan tetapi mengatur kawasan-kawasan tertentu yang di situ dilarang merokok untuk menegakan etika dan tidak saling mengganggu. Semua orang berhak untuk menghirup udara bersih dan sehat tanpa asap rokok sebagai hak asasi manusia.

Adapun kawasan-kawasan yang masuk dalam kategori Kawasan Tanpa Rokok dalam perda ini ialah tempat kerja pemerintah maupun swasta, tempat-tempat umum seperti mal, hotel, restoran, terminal, tempat olahraga dan lainnya, sarana kesehatan, tempat-tempat ibadah, sarana pendidikan, dan sarana atau tempat bermain anak.

Pada Rabu, 29 Agustus 2018, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Forum Kabupaten Indramayu Sehat (FKIS), Indramayu Sehat Tanpa Asap Rokok (ISTAR), mahasiswa, Aliansi Indramayu Sehat Tanpa Rokok (ALLISTAR) serta No Tobacco Community (NOTC) menyebarkan stiker-stiker KTR di beberapa kawasan.

 

Pemkab Indramayu Sebar Stiker Kawasan Tanpa Rokok

 

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi agar seluruh masyarakat dapat mengetahui Perda KTR dan menerapkannya di lingkungan masing-masing. Ke depan, penempelan stiker KTR akan terus dilakukan di seluruh kawasan agar kepatuhan terhadap perda ini dapat tercapai dan timbul kesadaran di antara masyarakat akan bahaya rokok.

Pemerintah kabupaten pun sangat mendukung kegiatan ini, terutama Wakil Bupati Indramayu H. Supendi M.Si , sebagai komitmen beliau dalam pengendalian tembakau di Kabupaten Indramayu. Wakil Bupati menyebutkan bahwa ia sangat mendukung KTR, apalagi Indramayu selalu mengikutsertakan sekolahnya dalam Program Sekolah Sehat di tingkat provinsi setiap tahun.

Wakil Bupati H. Supendi M.Si juga menyatakan bahwa pajak yang masuk dari reklame iklan rokok tergolong kecil. Hal ini tidak akan memengaruhi PAD Kabupaten Indramayu apabila nantinya reklame iklan rokok dihilangkan, demi keberlangsungan program KTR.

Di sisi lain, iklan rokok memang terbukti memberikan pengaruh buruk kepada anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh NOTC bekerja sama dengan FKIS.

Survei yang dilakukan pada awal tahun 2018 di Kabupaten Indramayu tersebut menyatakan bahwa sebanyak 61,8% responden yakin bahwa iklan rokok mendorong anak untuk mulai merokok, dan sebanyak 66,4% responden yakin bahwa iklan rokok mendorong perokok untuk tetap merokok. Selain itu, sebanyak 68,2% responden pun mendukung dan yakin bahwa iklan rokok harus dilarang secara menyeluruh.

“Kalaulah iklan rokok sudah menargetkan anak-anak untuk merokok, apalagi dari segi pendapatanya pun kecil, buat apa lagi dipertahankan? Pemerintah juga harus segera mengeluarkan aturan larangan menyeluruh terhadap iklan rokok,” ujar Ketua NOTC Bambang Priyono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *