No Tobacco Community Dukung Pemblokiran Iklan Rokok oleh Pemerintah

Senin, 10 Juni 2019, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek mengirimkan surat bernomor TM.04.01/Menkes/314/2019 kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang meminta untuk melakukan pemblokiran iklan rokok di internet. Hal ini dilakukan guna menurunkan prevalensi merokok, khususnya pada anak-anak dan remaja.

Menkes Nila Moeloek dalam suratnya mengatakan bahwa peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja disebabkan antara lain karena tingginya paparan iklan rokok di media, termasuk media teknologi informasi. Sebanyak 3 dari 4 remaja mengetahui iklan rokok di media online / daring (Stikom LSPR, 2018). Iklan rokok banyak ditemui oleh remaja pada platform media sosial seperti YouTube, berbagai website, Instagram, serta game online.

Pemblokiran Iklan Rokok
Pemblokiran Iklan Rokok

Dalam siaran pers yang dirilis kemudian, Menkes Nila Moeloek menegaskan bahwa permintaan pemblokiran iklan rokok di media internet ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dengan Kemkominfo pada bulan April lalu. Pada saat itu Kemkominfo menyatakan bahwa pemblokiran iklan rokok dapat dilakukan oleh Kemkominfo berdasarkan permintaan dari Kementerian Kesehatan.

Surat dari Menkes Nila Moeloek tersebut telah dibalas oleh Menkominfo Rudiantara pada Kamis, 13 Juni 2019 melalui siaran pers. Dalam siaran pers tersebut disampaikan, bahwa Menkominfo Rudiantara lansung memberikan arahan kepada Ditjen Aplikasi Informatika untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet.

Disebutkan pula bahwa Menkominfo Rudiantara juga sudah menelpon Menkes Nila Moeloek sebagai regulator kesehatan untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya, membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya. Karena regulator (Kemenkes) yang bisa meng-interpretasi-kan legislasi/regulasi dengan lebih baik.

No Tobacco Community Bambang Priyono
Ketua LSM No Tobacco Community Bambang Priyono

Berikut adalah pernyataan resmi dari Ketua LSM No Tobacco Community, Bambang Priyono, terkait kebijakan pemblokiran iklan rokok di internet.

Kami sangat mendukung dan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memberikan dukungan kepada pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan untuk memblokir iklan rokok di internet.

Kita semua tahu bahwa pengguna internet kebanyakan merupakan generasi milenial yang berusia remaja bahkan anak-anak. Industri Rokok memang tidak pernah kehabisan akal untuk memasarkan produknya, apalagi kepada anak-anak. Mereka banyak memasang iklan di internet dengan bebas dan seenaknya. Hal ini akan berpengaruh buruk pada anak-anak dan remaja. Berbagai survei menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang mulai merokok dan semakin percaya diri untuk menjadi perokok setelah melihat iklan rokok.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar saat ini, prevalensi perokok anak usia 10 – 18 tercatat sangat tinggi hingga mencapai 9,1% di tahun 2019. Sebelumnya di Riskesdas tahun 2013, prevalensi yang sama tercatat ada di angka 7,2%. Padahal pemerintah berencana menurunkannya menjadi 5,4% di tahun 2019. Tapi kenyataannya, prevalensi tersebut semakin meningkat.

Maka dari itu, sekali lagi, kami sangat mendukung pemerintah untuk memblokir iklan rokok di internet. Mari kita awasi implementasinya bersama-sama. Jangan sampai iklan itu muncul menjadi “hantu” di dunia maya yang terus bergentayangan, sehingga menyesatkan dan merusak moral anak-anak generasi bangsa.

Bogor, 14 Juni 2019
Ketua LSM No Tobacco Community, Bambang Priyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *