Operasi Simpatik Satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Indramayu

Setelah Pencanangan SATGAS KTR Kabupaten Indramayu kemarin (Selasa, 29 Januari 2019), hari ini (Rabu, 30 Januari 2019) SATGAS KTR melakukan inspeksi mendadak (sidak) para perokok ke tempat-tempat yang ditentukan sebagai Kawasan Tanpa Rokok.


Kawasan yang menjadi sasaran awal dalam sidak pertama ini ialah Kantor Pemerintahan dan Sekolah. Kantor Pemerintahan yang dilakukan sidak ialah Kantor Perijinan, Kantor Desa Sindang, Kantor Kecamatan Sindang, Setda, BKD, Pariwisata, Disdukcapil, PUPR dan Dinas Kesehatan. Sidak pertama ini merupakan langkah awal, yang rencana ke depan akan diperluas ke seluruh tatanan Kawasan Tanpa rokok sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Sidak dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP sebagai penegak perda, Dinas Kesehatan sebagai leading sector, serta LSM dan mahasiswa untuk memantau dan mengontrol pelaksanaan sidak. Media massa juga hadir untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.


Sidak pertama ini dilaksanakan oleh SATGAS KTR untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap institusi dan juga masyarakat, sekaligus menghimbau agar semua pihak mematuhi dan melaksanakan 100%  Kawasan Tanpa Rokok di tempat-tempat yang dinyatakan sebagai KTR.

Kepatuhan terhadap KTR ini mencakup 8 Indikator, yaitu 1) Tidak ada aktivitas merokok di lingkungan KTR, 2) Tidak tercium bau rokok di KTR, 3) Tidak ada asbak di KTR, 4) Tidak ada puntung rokok, 5) Tidak ada Ruang Khusus Merokok dalam gedung, 6) Tidak ada penjualan rokok (kecuali ditempat-tempat penjualan), 7) Tidak ada sesuatu yang mengindikasikan Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok, 8) Ada penanda KTR/Larangan Merokok.

Operasi Simpatik Satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Indramayu


Diharapkan setelah dilakukan sidak ini akan banyak institusi dan masyarakat yang mematuhi Perda KTR. Aturan KTR ini ada untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok orang lain sehingga terhindar dari risiko penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh rokok. Selain itu KTR ini juga bertujuan untuk mencegah perokok pemula, dalam hal ini adalah anak-anak dan remaja, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi agar kualitas kesehatannya meningkat.

Implementasi Kawasan Tanpa Rokok bukan hanya tugas pemerintah dan SATGAS KTR. Peran aktif dari masyarakat sangat diharapkan untuk menjalankan aturan ini. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara sama-sama menegur jika ada orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok atau bisa melaporkanya kepada SATGAS setempat.

Operasi Simpatik Satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Indramayu


Aturan akan berjalan dengan baik jika sudah tercipta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Begitu pula peran media massa sangat penting untuk menyebarluaskan informasi, khususnya terkait KTR, sehingga masyarakat pun sadar tentang pentingnya KTR.

Indramayu, 30 Januari 2019
Bambang Priyono, Ketua No Tobacco Community (NOTC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *