Kota Bogor Merayakan Kemajuan Pengendalian Tembakau

(24 November, 2018, Bogor, Indonesia dan New York, AS) – Vital Strategies memberi ucapan selamat kepada Walikota dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor atas implementasi dan penguatan peraturan pengendalian tembakau untuk melindungi kesehatan. Bogor merupakan kota pertama di Indonesia yang menerapkan larangan merokok di tempat umum dan larangan memajang rokok di gerai ritel.

Saat ini pemerintah Kota Bogor telah memperkuat regulasi ini dengan menambahkan sejumlah peraturan mengenai larangan iklan rokok, promosi dan sponsor oleh perusahaan rokok, serta tersedianya nomor telepon langsung yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan pelanggaran regulasi kawasan tanpa rokok (KTR).

Perkembangan ini dirayakan hari ini (24/11) dengan melakukan parade sepeda memutari Kota Bogor yang dipimpin oleh Walikota Bogor; peluncuran papan-papan reklame yang didesain untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya rokok dan mendorong orang mematuhi peraturan kawasan tanpa rokok; deklarasi bebas rokok oleh muda-mudi Bogor; dan acara-acara lainnya.

 

Kota Bogor merayakan kemajuan pengendalian tembakau

 

Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto, mengatakan: “Kegiatan hari ini diadakan untuk menunjukkan komitmen Kota Bogor untuk terus melindungi warganya dari ancaman bahaya rokok dan melindungi anak-anak Kota Bogor dari pengaruh industri rokok yang menjadikan mereka target dengan memperkuat peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok. Selain itu, saya juga mengajak pemerintah kota dan kabupaten lain untuk melakukan hal yang sama dengan kami. Setiap orang berhak atas kehidupan yang lebih sehat yang berarti akan membuat ekonomi kita lebih kuat juga.”

Rubaeah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor mengatakan: “Upaya pengendalian tembakau telah menuai buahnya Hasil data menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelarangan memajang produk tembakau di ritel modern adalah sebesar 83 persen di tahun 2017. Tetapi lebih dari 44 persen (446.000 jiwa) penduduk Bogor masih merokok, serta tingkat kepatuhan terhadap peraturan kawasan tanpa rokok hanya sebesar 64 persen.”

Papan reklame Kota Bogor yang baru diluncurkan menampilkan nomor hotline (1500 411) yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan pelanggaran undang-undang kawasan tanpa rokok.

Enrico Aditjondro, Associate Director Program Asia Tenggara, Vital Strategies, menyatakan: “Angkatan kerja di Indonesia terus berkembang. Termasuk di dalamnya adalah para anak muda yang produktivitasnya dapat menghasilkan percepatan pertumbuhan ekonomi.  Kenaikan jumlah perokok remaja secara nasional dapat meningkatkan penyakit terkait tembakau serta tingkat kematian dini dalam kelompok usia ini. Tentu hal ini berpotensi mengurangi produktivitas nasional.”

“Kota-kota di Indonesia harus dapat memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan kesehatan masyarakat, dan kami menghargai Bapak Bima Arya Sugiarto atas komitmen pribadi beliau dalam pengendalian tembakau.  Sebagaimana dapat dilihat pada kegiatan yang ramai dan semarak hari ini, Kota Bogor merupakan contoh yang dapat diikuti oleh kota lain.”

 

Kota Bogor merayakan kemajuan pengendalian tembakau

 

Kampanye media terbaru melalui papan reklame di Kota Bogor diluncurkan hari ini yang menampilkan delapan pesan berbeda yang dimaksudkan untuk mencegah konsumsi rokok.  Semua kampanye media tersebut menyampaikan seruan #TeuHayangRokok (#KatakanTidakPadaRokok dalam Bahasa Sunda) dan nomor telepon langsung yang dapat dihubungi untuk melaporkan pelanggaran peraturan kawasan tanpa rokok Kota Bogor.

Kedelapan gambar papan reklame tersebut adalah kreasi dari desainer grafis Imelda Hutabarat dan Koma. Dalam menjalankan kampanye media ini, Vital Strategies dan organisasi No Tobacco Community (NOTC) memberi dukungan kepada Pemerintah Kota Bogor. Inisiatif pengendalian tembakau ini juga dipromosikan melalui kampanye media sosial #SuaraTanpaRokok dan http://suaratanparokok.co.id.

 

Siaran Pers ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *