Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Masyarakat Indramayu Dukung KTR dan Aksesi FCTC

Suasana di Kuliner Cimanuk Indramayu tampak meriah. Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indramayu bersama pejabat pemerintah dan masyarakat melaksanakan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 31 Mei 2018.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 01

 

Acara diawali dengan penandatanganan petisi yang berisi komitmen bersama dalam mendukung aksesi Framework Convention on Tobacco Contol (FCTC). FCTC atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau merupakan perjanjian internasional tentang kesehatan masyarakat.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 03

 

FCTC disepakati oleh negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia bertujuan untuk melindungi generasi masa kini dan masa mendatang dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok.

FCTC diinisiasi oleh Negara-negara berkembang, seperti Amerika Latin, India, Thailand hingga Indonesia. WHO memperkirakan, jika konsumsi rokok yang merupakan masalah global ini tidak diatasi, diperkirakan 1 Milyar penduduk dunia akan meninggal pada 2030 dengan 70% di antaranya terjadi di negara berkembang.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 02

 

Eva Indra Okviana, mahasiswa berprestasi asal STIKES Indramayu menyatakan bahwa dukungan ini muncul karena Indonesia termasuk salah satu negara yang belum menandatangani FCTC.

Ia mengatakan kepada No Tobacco Community, jika FCTC tidak segera ditandatangani, iklan rokok akan terus merajalela dan anak muda Indonesia akan terus mudah terpapar. “Sehingga pada akhirnya akan terjeumus untuk menjadi perokok,” ujar Eva.

Sampai Januari 2015, sudah 187 negara yag menandatangani FCTC, menyisakan 9 negara yang belum, yaitu Andora, Eriteria, Liechtenstein, Malawi, Monako, Somalia, Republik Dominika, Sudan Selatan dan Indonesia.

Indonesia pun menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani FCTC dan satu-satunya negara di ASEAN yang masih memperbolehkan iklan, promosi dan sponsor rokok di segala tempat.

“Jika FCTC sudah ditandatangani, sudah diaksesi, akan membantu pemerintah dalam mengendalikan rokok, dan menyelamatkan generasi muda,” tegas Eva.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 06

 

Selain oleh mahasiswa HMPS Kesmas STIKes Indramayu, petisi dukungan aksesi FCTC tersebut ditandatangani pula para Ketua BEM dari berbagai kampus mewakili Aliansi BEM se-Indramayu. Seluruh pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga seluruh lapisan masyarakat yang hadir juga turut menandatangani.

“Di antara para tokoh yang hadir dalam memberikan dukungan ialah Indra dari Humas Dinas Kesehatan, Soimalia dari LSM Indramayu Sehat Tanpa Rokok, Heri Sugiarto, S.Km., M.Kes. Ketua STIKes Indramayu, Riyanto, S.Kep., Ns., M.Kep. Kemahasiswaan STIKes Indramayu dan beberapa dosen lainnya,” ujar Eva.

Acara dilanjutkan dengan penampilan drama dari mahasiswa. Drama tersebut menceritakan keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan Bayi. Sang Ayah merupakan perokok aktif. Ia biasa merokok di dalam rumah walaupun Sang Bayi berada di dekatnya. Akibat ulah Sang Ayah yang tidak memperhatikan tempat dan orang-orang sekitarnya saat merokok, Sang Bayi pun meninggal dunia.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 05

 

Seusai drama, agenda dilanjutkan dengan Hipnoterapi Berhenti Merokok. Dalam kesempatan itu, terdapat 17 orang yang sudah mendaftar untuk dihipnoterapi. Mereka pun diterapi oleh Idham Latief, S.KM., M.Epid., dosen STIKes Indramayu.

 

Indramayu Dukung Aksesi FCTC 04

 

Agenda peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pun ditutup dengan tausiyah dari Ustaz berkaitan dengan rokok dan buka puasa bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *