Kepungan Iklan Rokok di Perbatasan Kota Bogor

Sudahkah Anda berkunjung ke Kota Bogor? Melintasi Tol Jagorawi menuju ke sana, Anda akan langsung menghadap Terminal Baranangsiang disambut oleh berbagai iklan yang ada di billboard. Dan sebagaimana di kota-kota lain, kita akan menyaksikan berbagai iklan sepanjang jalan.

Uniknya, dari sekian banyak macam iklan, ada yang membedakan Kota Bogor dengan kota-kota lainnya. Apa itu? Yaitu ketiadaan iklan rokok.

Ya, Pemerintah Kota Bogor adalah salah satu yang sangat giat dalam pengendalian tembakau. Kota Bogor juga merupakan rujukan nasional bagi daerah-daerah yang ingin belajar tentang pengendalian tembakau. Bahkan pernah, Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen, Papua pun menimba ilmu di sini.

Sudah sejak tahun 2009, Kota Bogor memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Itulah mengapa Kota Bogor dianggap paling senior untuk urusan pengendalian tembakau.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini sudah terdapat 258 Kabupaten/Kota yang memiliki Perda KTR. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau.

Namun, belum semua daerah tersebut memiliki regulasi pelarangan iklan rokok. Baru 7 daerah yang memiliki regulasi tersebut. Selain Kota Bogor ialah Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Klunkung, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Denpasar, serta Provinsi DKI Jakarta.

 

Iklan Rokok Perbatasan Kota Bogor 01
Iklan rokok di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor

 

Kota Bogor mulai mengurangi penerimaan iklan rokok sejak tahun 2009. Pada masa itu, Kota Bogor tidak lagi memperpanjang masa kontrak iklan rokok. Tinggal menunggu sisa kontrak iklan rokok lainnya habis. Hingga akhirnya pada tahun 2015, Kota Bogor secara regulasi sudah memiliki aturan pelarangan iklan rokok melalui Peraturan Daerah Nomor 1 tentang Penyelenggaraan Reklame. Tidak hanya iklan reklame, namun Kota Bogor juga melarang kegiatan promosi dan sponsor yang dilakukan oleh industri rokok.

Mitos mengatakan, bahwa iklan rokok adalah salah satu sumber PAD utama bagi kabupaten/kota. Kota Bogor, berhasil mematahkan mitos tersebut. Terbukti, PAD Kota Bogor terus meningkat justru saat tidak lagi menerima iklan rokok.

Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Kota Bogor Heryaningsih Eko Setiawati mengatakan pada 2009, PAD Kota Bogor berjumlah Rp 115 miliar. Pada 2010, PAD Kota Bogor meningkat menjadi Rp 125 miliar. “Pada 2016, PAD Kota Bogor malah meningkat pesat menjadi Rp 784 miliar,” ujarnya seperti dikutip dari Republika.

ANTARA merilis, DPRD Kota Bogor sepakat dan mendukung Perda Penyelenggaraan Peklame melarang iklan rokok. Karena iklan rokok tidak memberi kontribusi besar bagi PAD. Pajak reklame digantikan produk komersial yang cukup kompetitif menyumbang PAD Kota Bogor.

 

Iklan Rokok Perbatasan Kota Bogor 02 - Copy
Iklan rokok di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor

 

Di tengah kesuksesan Kota Bogor dalam pengendalian tembakau, masih nampak beberapa persoalan yang mengganjal. Salah satunya, iklan rokok di perbatasan. Kota Bogor, dikelilingi oleh Kabupaten Bogor. Masih banyak iklan rokok di wilayah perbatasan kedua daerah tersebut yang terlihat oleh warga Kota Bogor.

Bambang Priyono, Ketua LSM No Tobacco Community, menyatakan bahwa pemerintah daerah yang iklan rokoknya terletak di perbatasan Kota Bogor, harus ikut menghargai peraturan yang berlaku. “Memang Kabupaten Bogor belum melarang iklan rokok, tetapi secara etika seharusnya bisa menghargai aturan yang berlaku di Kota Bogor, dengan cara tidak mengarahkan iklannya ke wilayah Kota Bogor,” tegasnya.

Secara khusus, Bambang juga merekomendasikan kepada kedua pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok. “Pemerintah Kota Bogor harus mengajak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melarang iklan rokok di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Bogor pun harus peduli terhadap warganya, salah satunya dengan ikut melarang iklan rokok.”

Bambang menyatakan bahwa pelarangan iklan rokok ini utamanya ditujukan untuk melindungi generasi muda dan anak-anak dari pengaruh iklan tersebut. “Jangan sampai anak-anak dan remaja yang akan menjadi pemimpin bangsa ini dipengaruhi oleh iklan hingga menjadi perokok.”

Diketahui, iklan rokok terbukti memengaruhi anak muda dan remaja. Penelitian yang dilakukan oleh UHAMKA pada tahun 2007 menyatakan, 46,3% remaja berpendapat iklan rokok memberi pengaruh yang besar untuk mula merokok. Selain itu, 41,5% dari mereka berpendapat bahwa keterlibatan dalam kegiatan yang disponsori industri rokok juga memiliki pengaruh untuk mulai merokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *