Kenapa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok Harus Dilarang? Alasan 5 : Iklan Rokok Memengaruhi Anak Muda dan Remaja

Pada tahun 2007, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof DR. Hamka (UHAMKA) melakukan Penelitian Dampak Keterpajanan Iklan Rokok dan Kegiatan yang Disponsori Industri Rokok terhadap Aspek Kognitif, Afektif dan Perilaku Merokok pada Remaja.

 

Iklan Rokok Memengaruhi Anak Muda dan Remaja

 

Hasil menyebutkan, rata-rata remaja mulai merokok pada usia 14 tahun. 31% mulai merokok pada usia 15 tahun. 1.9% mulai merokok pada usia 4 tahun.

Bagaimana Pengaruh Iklan dan Kegiatan yang Disponsori Industri Rokok terhadap Inisiasi Merokok Remaja? 46,3% remaja berpendapat iklan rokok memberi pengaruh yang besar untuk mula merokok. 41,5% dari mereka berpendapat bahwa keterlibatan dalam kegiatan yang disponsori industri rokok memiliki pengaruh untuk mulai merokok.

Bagaimana Pengaruh Iklan dan Kegiatan yang Disponsori Industri Rokok terhadap Aspek Kognitif Remaja? 68,2% remaja dapat menyebut lebih dari tiga slogan iklan rokok. 51,6% remaja dapat menyebut lebih dari 3 slogan iklan rokok. 50% remaja perokok merasa dirinya seperti yang dicitrakan iklan rokok. 37% remaja perokok merasa dirinya keren seperti dicitrakan iklan rokok.

Bagaimana Pengaruh Iklan dan Kegiatan yang Disponsori Industri Rokok terhadap Perilaku Perokok Remaja? 29% remaja perokok menyalakan rokoknya ketika melihat iklan rokok pada saat tidak merokok. 8% remaja perokok menyatakan mereka kembali merokok setelah berhenti karena mengikuti kegiatan.

Terbukti, iklan rokok memengaruhi anak muda dan remaja. Apakah kita mau diam saja?

 

Sumber: Factsheet Anak dan Iklan Rokok, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof DR. Hamka (UHAMKA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *