Kenapa Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok Harus Dilarang? Alasan 7 : Iklan Rokok Bukan Sumber PAD Utama

Iklan Rokok Bukan Sumber PAD Utama. Hal itu terbukti dengan mengambil contoh yang terjadi di Kota Bogor.

Kini kemanapun mata memandang, baliho, billboard dan video tron berukuran besar di pusat kota tak lagi memamerkan produk industri rokok, begitu juga umbul-umbul, dan spanduk rokok.

 

Iklan Rokok Bukan Sumber PAD Utama

 

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok tidak membuat pendapatan asli daerah mengalami penurunan.

“PAD Kota Bogor tidak pernah turun dari tahun ke tahun, bahkan meningkat,” kata Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Kota Bogor Heryaningsih Eko Setiawati. (Januari 2018)

Heryaningsih mengatakan pada 2009, ketika pelarangan reklame rokok resmi diberlakukan, PAD Kota Bogor berjumlah Rp 115 miliar. Pada 2010, meningkat menjadi Rp 125 miliar.

“Pada 2016, PAD Kota Bogor malah meningkat pesat menjadi Rp 784 miliar,” ujarnya.

Kini reklame raksasa di Kota Bogor bebas diisi oleh non industri rokok, mulai dari kuliner, perhotelan, provider telekomunikasi hingga perbankan. Ragam jenis reklame mendongkrak pendapatan asli daerah. Tidak hanya baliho dan billboard, kini ada video tron yang biaya sewanya dapat menembus angka miliaran rupiah di lokasi strategis.

 

Sumber:
Antara Megapolitan
REPUBLIKA.CO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *