Forum Indonesia Muda Adakan Gelar Wicara, Nyatakan Komitmen Mendukung Pengendalian Tembakau

BOGOR – Meningkatnya prevalensi perokok anak usia 10 – 18 tahun dari 7,2 pada 2013 hingga menjadi 9,1 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 menimbulkan kehawatiran berbagai pihak. Ditambah, tidak dinaikannya cukai rokok untuk tahun 2019 dianggap sama saja membiarkan harga rokok menjadi terus murah hingga terjangkau oleh anak-anak. Salah satu pihak yang menyuarakan kekhawatirannya ialah Forum Indonesia Muda.

Sebagai sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Bogor mengadakan acara gelar wicara berjudul “Celoteh Hore: Muda Punya Cerita” yang membicarakan peran aktif anak muda dalam pengendalian tembakau.

Berlokasi di Taman Kencana, Kota Bogor, acara yang digelar pada Ahad, 18 November 2018 ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, yaitu dr. Adelia Rahmi, MARS (Ikatan Dokter Indonesia), Margianta Surahman Juhanda Dinata (Juru Bicara Gerakan Muda FCTC), Helena Liswara (Ketua Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia) dan Amalia Suri (Sekretaris Emancipate Indonesia).

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau

 

Dalam kesempatan tersebut dr. Adelia Rahmi menyampaikan bahwa apabila kita memiliki sebuah program yang telah terbukti secara ilmiah bertujuan untuk kemaslahatan orang banyak dan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka jangan pernah ada kata menyerah. Seperti, Kawasan Tanpa Rokok.

“Realisasikan dan awasi penerapannya secara maksimal. Jalanlah terus, gunakan banyak cara dan ajak masyarakat untuk ikut memiliki program tersebut. Berjalan bersama lebih kuat daripada kita sendirian. Anggap penolakan atau hambatan sebagai tantangan dan yakinlah selalu in syaa Allah itu akan menjadi sebuah kesuksesan,” ujar dr. Adelia.

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau 2

 

Kemudian, Margianta Surahmah Juhanda Dinata mengungkapkan bahwa dengan adanya sumber daya besar yang dimiliki industri rokok untuk terus menyasar anak muda agar menjadi perokok pemula melalui iklan, promosi dan sponsor mereka, maka anak muda harus aktif mendukung kebijakan pengendalian tembakau.

“Dengan kreativitas dan solidaritasnya, anak muda akan mampu menjadi golongan yang mengekspos taktik industri rokok dan mewujudkan generasi muda yang sehat tanpa rokok,” tegas Margianta.

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau 3

 

Berikutnya, Helena Liswardi menceritakan pengalamannya bersama teman-teman di AMKRI yang telah menyaksikan banyak penyesalan akibat keputusan untuk merokok dan keputusan untuk diam tidak melakukan apapun ketika orang lain merokok di sekitar kita.

“Ada mantan perokok aktif yang kini lehernya harus dibolongi karena kanker laring, ada perokok pasif yang menderita asma akut. Bahkan kerugian yang dialami bukan hanya dari segi kesehatan tubuh, tapi juga menyebabkan memburuknya kondisi finansial akibat tidak bisa lagi bekerja yang kemudian menyebabkan banyak konflik internal dalam keluarga,” ujar Helena.

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau 4

 

Selanjutnya, Amalia Suri mengungkapkan bahwa situasi perbudakan yang mana seseorang dirampas kebebasannya, dipaksa atau terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak dia inginkan, sering terjadi dalam industri rokok. Buruh linting dibayar murah sekali, yang paling murah dibandingkan industri lainnya. Petani pun tidak punya kontrol atas harga tembakau yang mereka panen dan terpaksa juga melibatkan anak-anak mereka untuk bekerja di perkebunan tembakau.

“Anak-anak sampai bolos sekolah dan terpapar Green Tobacco Sickness yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka. Ada banyak ketidakadilan dalam industri rokok, sehingga tidak salah jika disebut ada indikasi perbudakan yang terjadi di sana,” tegas Amalia.

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau 1

 

Acara ini juga dihadiri oleh undangan dari berbagai komunitas dan organisasi, seperti Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Ceria Sentul, Forum Anak Kota Bogor, Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, dan masyarakat pengunjung Taman Kencana. Dalam kesempatan tersebut dr. Adelia juga mempraktikkan terapi untuk berhenti merokok kepada para perokok yang hadir di lokasi acara.

 

Forum Indonesia Muda Pengendalian Tembakau 6

 

Aliya Nurarifa, Ketua Panitia Celoteh Hore mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Acara ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai anggota Forum Indonesia Muda. Salah satu harapannya ialah agar kegiatan ini bisa dilanjutkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa merokok itu rugi dan merugikan. Selain itu, semoga pemerintah terdorong untuk semakin yakin dan tegas dalam melindungi kesehatan masyarakat dari rokok,” ujar Aliya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *