Dinkes Kota Bogor Bentuk Pelajar Duta KTR

Bogor (Antara Megapolitan) – Dinas Kesehatan Kota Bogor Provinsi Jawa Barat menggencarkan upaya pengendalian tembakau dengan membentuk Duta Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang melibatkan pelajar mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

“Pelajar Duta KTR sudah terbentuk sejak 2015, total ada 120 pelajar yang kami bentuk, latih dan bina sebagai duta pengendalian tembakau,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor Nia Nurkania saat ditemui di Bogor, Selasa.

Nia mengatakan Program Duta KTR sudah diinisiasi sejak 2013 dengan melibatkan finalis Mojang dan Jajaka Kota Bogor. Selama satu tahun, Mojang dan Jajaka tersebut menjadi duta mengkampanyekan pengendalian tembakau kepada masyarakat.

“Program Duta KTR sempat vakum setahun pada 2014, 2015 kembali kami gerakkan kembali tetapi melibatkan pelajar,” katanya.

 

Hidup Tanpa Rokok

 

Pelajar Duta KTR tersebut memiliki tiga tugas utama, yakni menegur orang yang merokok dengan cara yang sopan dan santun agar tidak merokok di kawasan tanpa rokok.

Kedua, mengkampanyekan bahaya merokok kepada teman-teman di sekolahnya dan membentuk komunitas tanpa rokok di masing-masing sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Ratna Yunita mengatakan, keterlibatan pelajar sebagai duta KTR sebagai inovasi dalam penegakan Peraturan Daerah Nomor 12/2009 tentang KTR yang dimiliki Kota Bogor.

Perda tersebut mengatur larangan merokok di delapan kawasan, di antaranya, lingkungan pendidikan (sekolah) dan pusat pembelajaran, sarana ibadah, rumah sakit, sarana olahraga, perkantoran, pasar, mal, restoran dan hotel.

“Keterlibatan pelajar ini tujuannya untuk memasifkan pengendalian tembakau dengan mensosialisasikan bahaya merokok bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Ratna, upaya melibatkan pelajar salah satunya untuk menekan jumlah perokok aktif dari kalangan muda yang jumlahnya terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah perokok kalangan pelajar Indonesia mencapai 3 juta juta atau 20,5 persen.

“Sebuah survei internasional menyebutkan Indonesia menempati peringkat tertinggi di dunia angka perokok pelajar,” katanya.

Melalui Pelajar Duta KTR, lanjut Nia, diharapkan para duta aktif mengkampanyekan bahaya merokok bagi teman-teman sekolahnya dan generasi muda lainnya.

“Duta KTR bisa menjadi konselor bagi teman-temannya, mengajak dan menegur guru yang kedapatan merokok dan mewujudkan sekolahnya sebagai sekolah KTR,” kata Ratna.

 

Sumber: Antara Megapolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *