Dinkes Ingatkan Bahaya Rokok Menyebabkan Buerger Diseas

Bogor (Antara Megapolitan) – Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat mengingatkan masyarakat akan bahaya rokok yang dapat menyebabkan penyakit Buerger Disease yang ada mengakibatkan penderitanya mengalami kerusakan anggota tubuh seperti kaki, dan tangan.

“Penyakit Buerger adalah penyumbatan pada arteri dan vena yang berukuran kecil sampai sedang, akibat peradangan yang dipicu oleh merokok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Rubaeah, usai meninjau penderita Buerger Disease di Kecamatan Bogor Selatan, Jumat.

 

ROKOK PENYAKIT BERBAHAYA

 

Ia mengatakan, berdasarkan studi cohort, pria perokok sigarit berusia 20-40 tahun lebih banyak yang menderita Buerger dibanding dengan siapapun. Sekitar lima persen penderitanya adalah perempuan.

“Penyakit tidak tidak menular, tetapi berdampak pada kerusakan anggota gerak, seperti kaki, dan tangan,” katanya.

Menurut Rubaeah, kasus penderita Burger Disease di Kota Bogor muncul dua kali. Kasus pertama tahun 2014 seorang penderita di wilayah Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, kasus kedua juga terjadi di wilayah Bogor Selatan.

“Dalam kurun waktu dua tahun ini terjadi dua kali kasus Bogor Disease,” katanya.

Ia menjelaskan, meski penyakit tersebut tidak menular, tetapi akan sangat berbahaya bagi penderitanya apabila tidak dapat memberhentikan kebiasaanya merokok. Sebagai contoh penyakit Buerger Disaese yang diderita Olim (54) kiat parah karena penderita tetap melanjutkan kebiasaan merokoknya.

Akibatnya, Olim menjadi pembicaraan masyarakat, setelah tangan kanannya diamputasi, penyakit serupa juga menyerang kedua kakinya, dan juga tangan kirinya. Ia pun harus minggat dari rumah dan tinggal di Pos Ronda karena tidak tahan dengan omongan tetangga.

Keberadaan Olim di Pos Ronda menimbulkan keprihatinan sejumlah warga, apalagi bapak beranak dua tersebut mengaku dibuang oleh anaknya yang tidak mau merawatnya karena penyakit yang dideritanya.

Informasi terkait keberadaan Olim di Pos Ronda menyebarluas hingga ke Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang langsung menugaskan Dinas Sosial untuk mengevakuasi Olim dari pos ronda menuju rumah anaknya.

Wali Kota juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk turun mengecek kondisi Olim dan memberikan penanganan secara cepat. Tim Dinas Kesehatan langsung turun dan membantu pengurusan administrasi Olim agar bisa dirawat di RSUD Kota Bogor.

Menurut Rubeah, kemunculan kasus Buerger Disease dapat menjadi pelajar bagi masyarakat Kota Bogor bahwa bahaya merokok benar dapat menimbulkan kecacatan pada tubuh.

“Kasus Olim menjadi pelajaran buat kita semua, terutama bagi para perokok, Buerger Disease dipicu salah satunya oleh kebiasaan merokok akut,” katanya.

 

Sumber: Antara Megapolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *